// API callback
related_results_labels({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896"},"updated":{"$t":"2023-09-30T19:16:04.905+07:00"},"category":[{"term":"Obrolan Politik"},{"term":"Pendidikan Politik Indonesia"},{"term":"Berita Politik Indonesia"},{"term":"Ekonomi Indonesia"},{"term":"Sejarah Indonesia"},{"term":"Korupsi"}],"title":{"type":"text","$t":"Obrolan Politik Indonesia"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Obrolan Masalah Politik Indonesia Terkini"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/-\/Pendidikan+Politik+Indonesia?alt=json-in-script\u0026max-results=15"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/search\/label\/Pendidikan%20Politik%20Indonesia"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/-\/Pendidikan+Politik+Indonesia\/-\/Pendidikan+Politik+Indonesia?alt=json-in-script\u0026start-index=16\u0026max-results=15"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"40"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"15"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-4379444676737719524"},"published":{"$t":"2014-07-17T15:34:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2014-07-17T15:36:06.946+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"BEDA PENGERTIAN KAMPANYE HITAM DAN KAMPANYE NEGATIF"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-acawKZA759I\/U8eKW6RyDwI\/AAAAAAAAAkg\/3KoCDEQCDMY\/s1600\/pengertian-kampanye-hitam-black-campaign.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg alt=\"pengertian-kampanye-hitam-black-campaign\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-acawKZA759I\/U8eKW6RyDwI\/AAAAAAAAAkg\/3KoCDEQCDMY\/s1600\/pengertian-kampanye-hitam-black-campaign.jpg\" height=\"223\" title=\"pengertian-kampanye-hitam-black-campaign\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\nPilpres 2014 sangat menyedot perhatian publik. Pasalnya dalam kampanye capres dan cawapres terjadi saling serang lewat kampanye hitam. Apa pengertian kampanye hitam atau black campaign tersebut. Apa pula bedanya dengan kampanye negatif atau negative campaign? Mari sama-sama kita simak penjelasan kami berikut ini.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKetika terjadi interaksi di media sosial yang terkadang memicu perdebatan dua belah pihak atau lebih, maka terungkaplah kritikan-kritikan yang dilontarkan dalam perdebatan tersebut. Kritikan tersebut tentu diarahkan kepada capres atau cawapres atau pun elit politik tertentu oleh pendukung maupun tim suksesnya. Ada kalanya kritikan atau perdebatan tersebut masih menyangkut ranah umum, berkaitan dengan visi dan misi serta program yang dipaparkan oleh masing-masing capres atau elit politik ataupun timses. Namun, ada kalanya perdebatan tersebut memicu bangkitnya emosional dari pendukung masing-masing sehingga menjadi terkesan kurang bermutu dan bahkan sudah masuk ke ranah pribadi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSecara umum kampanye hitam dapat diartikan sebagai kegiatan menghina, memfitnah, mengadu domba, menghasut, atau menyebarkan berita bohong yang dilakukan oleh lawan politik baik ia seorang calon, partai politik, tim sukses atau para pendukung calon elit politik tersebut terhadap lawan mereka. Ini berbeda dengan menyampaikan kritik terhadap visi dan misi atau program calon tertentu; yang tidak tergolong black campaign.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKalau kita merujuk pada UU Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden dimana dalam pasal 41 UU disebutkan ada beberapa hal yang dilarang untuk dilakukan dalam kegiatan kampanye. Adapun larangan yang berkaitan dengan kampanye hitam atau black campaign adalah\u003Cbr \/\u003E\n(1) \u0026nbsp;menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon dan\/atau Pasangan Calon yang lain; serta\u003Cbr \/\u003E\n(2) menghasut dan mengadu-domba perseorangan atau masyarakat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nUU pun telah mengatur ancaman terhadap mereka yang melakukan kampanye hitam. Dalam UU Nomor 10 Tahun 2007 pasal 214 disebutkan, mereka yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan Kampanye \u0026nbsp;dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 24 bulan dan denda paling sedikit Rp6.000.000,00 dan paling banyak Rp24.000.000,00. Mengingat pidana yang relatif ringan untuk konteks pilpres, tak ayal lagi kampanye hitam pun ditempuh oleh timses demi memenangkan pertarungan politik di kancah pilpres.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKampanye hitam jelas sangat memancing emosi. Emosional yang tinggi dapat menimbulkan friksi di masyarakat maupun di tingkat elit politik sendiri. Seyogyanya mendukung seorang calon dalam Pilpres alangkah lebih santun jika diarahkan pada sesuatu yang positif. Misalnya menampilkan track record atau rekam jejak calon presiden atau cawapres. Dengan mengungkapkan kinerja atau hasil prestasi yang pernah diraih tentu akan membawa faedah yang lebih baik dari pada lewat nmenghalalkan kampanye hitam. Jika Anda terlibat dalam kampanye hitam pihak lawan calon yang Anda jagokan, bukan tidak mungkin massa mengambang yang Anda harapkan memilih calon pilihan Anda, justru berpikir ulang dan tidak jadi memihak calon Anda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDengan perkembangan teknologi informasi dimana media sosial berlomba-lomba menarik perhatian para pengguna, maka tak heran kampanye hitam ini sangat cepat berkembang dan dapat terjadi secara massive dan global.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebaliknya kampanye negatif atau negative campaign adalah upaya propaganda yang dilakukan untku menjatuhkan elektabilitas lawan politik dengan memberikan informasi-informasi terkait fakta-fakta berupa hal-hal negatif yang terekam dari riwayat si calon di masa lampau. Fakta-fakta negatif ini mampu mempengaruhi elektabilitas sang calon. Apalagi jika sang calon di masa lampau pernah terlibat dalam pelanggaran-pelanggaran yang bersifat krusial dan fundamental seperti pelanggaran HAM, korupsi, dan lain-lain.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDemikian sekelumit penjelasan mengenai pengertian kampanye hitam dan kampanye negatif untuk dapat dibedakan. Semoga menambah wawasan kita bersama.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/4379444676737719524\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2014\/07\/pilpres-2014-sangat-menyedot-perhatian.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/4379444676737719524"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/4379444676737719524"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2014\/07\/pilpres-2014-sangat-menyedot-perhatian.html","title":"BEDA PENGERTIAN KAMPANYE HITAM DAN KAMPANYE NEGATIF"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-acawKZA759I\/U8eKW6RyDwI\/AAAAAAAAAkg\/3KoCDEQCDMY\/s72-c\/pengertian-kampanye-hitam-black-campaign.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-5426029512583006997"},"published":{"$t":"2014-03-27T20:11:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2014-04-20T09:22:52.229+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita Politik Indonesia"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Obrolan Politik"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"CIRI-CIRI CALEG PILIHAN DAN LAYAK DIPILIH"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-N7vJ7-15k8E\/U1MiVAsHtVI\/AAAAAAAAAho\/sa9sGhi2NV0\/s1600\/ciri-ciri-caleg-Pilihan-rakyat.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-N7vJ7-15k8E\/U1MiVAsHtVI\/AAAAAAAAAho\/sa9sGhi2NV0\/s1600\/ciri-ciri-caleg-Pilihan-rakyat.jpg\" height=\"200\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nCIRI-CIRI CALEG PILIHAN DAN LAYAK DIPILIH. Pemilu Legislatif tinggal beberapa hari lagi, yaitu 9 April 2014. Apakah anda sudah terdaftar di daftar pemilih di daerah anda. Jika sudah, apakah anda sudah menentukan partai atau calon legislatif yang akan anda pilih? Bingung ya? Sama. Tak sedikit pemilih yang masih bingung atau belum tau ingin mencoblos siapa? Hal ini tak dapat dipungkiri karena memang kurangnya sosialisasi caleg kepada masyarakat atau karena kurang proaktifnya masyarakat dalam menentukan calon wakilnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nDisisi lain, para calon legislatif berlomba-lomba me-'mamer'-kan dirinya di hadapan publik di masa kampanye. Beberapa aksi cenderung dinilai lebay oleh masyarakat seperti beraksi turun ke masyarakat yang berlebihan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nNamun demikian masyarakat dewasa ini lebih cerdas dan sadar akan berpolitik. Pada dasarnya masyarakat berpikir sederhana terhadap calon yang dianggapnya pantas menjadi wakilnya di pemerintahan atau pun legislatif.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nAdapun ciri-ciri calon legislatif yang layak untuk dipilih antara lain :\u003Cbr \/\u003E\n1. Jujur, transparan mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat di sekitarnya.\u003Cbr \/\u003E\n2. Aktif dan aspiratif serta \u003Cu\u003Emampu\u003C\/u\u003E menunjukkan profesionalitasnya sebagai calon legislatif\u003Cbr \/\u003E\n3. Memberikan peranan dalam lingkungan tempat tinggalnya\u003Cbr \/\u003E\n4. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang politik secara objektif\u003Cbr \/\u003E\n5. Menunjukkan sikap bertanggung jawab dapat dipercaya dan mampu memegang amanah yang diberikan serta mementingkan kepentingan masyarakat umum daripada golongan tertentu\u003Cbr \/\u003E\n6. Memiliki kebiasaan-kebiasaan yang positif ditengah masyarakat\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nHal ini dikarenakan pada dasarnya calon legislatif itu merupakan pemimpin yang lahir dari masyarakat yang seyogyanya diusung oleh masyarakat. Sosok yang layak dipilih itu umumnya tidak tumbuh dalam sebulan dua bulan melainkan telah melewati ujian dan ditempa oleh waktu.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nJadi mari kita gunakan hak suara kita dan pilihlah calon legislatif yang bisa memegang amanah yang diberikan, profesional dan memiliki modal yang cukup untuk maju sebagai caleg. Selamat memilih.\u003C\/div\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/5426029512583006997\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2014\/03\/ciri-ciri-caleg-pilihan-dan-layak.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/5426029512583006997"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/5426029512583006997"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2014\/03\/ciri-ciri-caleg-pilihan-dan-layak.html","title":"CIRI-CIRI CALEG PILIHAN DAN LAYAK DIPILIH"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-N7vJ7-15k8E\/U1MiVAsHtVI\/AAAAAAAAAho\/sa9sGhi2NV0\/s72-c\/ciri-ciri-caleg-Pilihan-rakyat.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-4682676656164718430"},"published":{"$t":"2013-05-15T22:18:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2014-10-20T15:17:18.368+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"PENGERTIAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-91Qm4tznDv4\/UZOnMXuJ4AI\/AAAAAAAAAeI\/w08dgoaFtOA\/s1600\/korupsi+kolusi+nepotisme.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"korupsi+kolusi+nepotisme\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-91Qm4tznDv4\/UZOnMXuJ4AI\/AAAAAAAAAeI\/w08dgoaFtOA\/s1600\/korupsi+kolusi+nepotisme.jpg\" height=\"320\" title=\"korupsi+kolusi+nepotisme\" width=\"248\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPENGERTIAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME - Sering kita saksikan di berbagai media tentang kasus korupsi, kolusi \u0026nbsp;ataupun nepotisme yang dilakukan oleh oknum pejabat negara, fungsionaris partai, pengusaha, karyawan, pegawai bank, dan lain-lain. Namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan korupsi itu? Dan bagaimana batas-batas korupsi itu. Tulisan kali ini akan kita bahas mengenai pengertian Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBEBERAPA PENGERTIAN KORUPSI\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKorupsi adalah tindakan melawan hukum pidana dengan menyalahgunakan kewenangan yang diberikan publik atau pemberi kewenangan lain untuk memperkaya diri pelaku atau golongannya secara sepihak dan merugikan orang lain maupun korporasi atau negara.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKorupsi berasal dari bahasa Latin corruptio yang berarti perbuatan busuk memutar balik, menyogok \u0026nbsp;serta melanggar norma hukum yang menyebabkan kerugian bagi pihak lain sedangkan pelakunya berusaha mendapatkan keuntungan secara sepihak.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKorupsi berdasarkan pemahaman pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Korupsi merupaka tindakan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri\/orang lain (perseorangan atau sebuah korporasi) , yang secara langusng maupun tidak langsung merugikan keuangan atau prekonomian negara, yang dari segi materiil perbuatan itu dipandang sebagai perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan masyarakat.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\nBeberapa unsur-unsur tindak pidana korupsi antara lain :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. perbuatan melawan hukum,\u003Cbr \/\u003E\n2. penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,\u003Cbr \/\u003E\n3. memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan\u003Cbr \/\u003E\n4. merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nJenis tindak pidana korupsi di antaranya, namun bukan semuanya, adalah\u003Cbr \/\u003E\n1. memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),\u003Cbr \/\u003E\n2. penggelapan dalam jabatan,\u003Cbr \/\u003E\n3. pemerasan dalam jabatan,\u003Cbr \/\u003E\n4. ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri\/penyelenggara negara), dan\u003Cbr \/\u003E\n5. menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri\/penyelenggara negara).\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPENGERTIAN KOLUSI\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKolusi adalah kesepakatan dua belah pihak atau lebih secara tersembunyi dan tidak jujur serta melawan hukum untuk melancarkan usaha salah satu pihak untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanya diwarnai dengan korupsi yaitu penyalahgunaan wewenang yang dimiliki oleh salah satu pihak atau pejabat negara.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKolusi paling sering terjadi dalam satu bentuk pasar oligopoli, dimana keputusan beberapa perusahaan untuk bekerja sama, dapat secara signifikan mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Kartel adalah kasus khusus dari kolusi berlebihan, yang juga dikenal sebagai kolusi tersembunyi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNEPOTISME\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\nNepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Kata ini biasanya digunakan dalam konteks derogatori.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSebagai contoh, kalau seorang manajer mengangkat atau menaikan jabatan seorang saudara, bukannya seseorang yang lebih berkualifikasi namun bukan saudara, manajer tersebut akan bersalah karena nepotisme. Pakar-pakar biologi telah mengisyaratkan bahwa tendensi terhadap nepotisme adalah berdasarkan naluri, sebagai salah satu bentuk dari pemilihan saudara.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKata nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang berarti “keponakan” atau “cucu”. Pada Abad Pertengahan beberapa paus Katholik dan uskup- yang telah mengambil janji “chastity” , sehingga biasanya tidak mempunyai anak kandung – memberikan kedudukan khusus kepada keponakannya seolah-olah seperti kepada anaknya sendiri. Beberapa paus diketahui mengangkat keponakan dan saudara lainnya menjadi kardinal. Seringkali, penunjukan tersebut digunakan untuk melanjutkan “dinasti” kepausan. Contohnya, Paus Kallistus III, dari keluarga Borja, mengangkat dua keponakannya menjadi kardinal; salah satunya, Rodrigo, kemudian menggunakan posisinya kardinalnya sebagai batu loncatan ke posisi paus, menjadi Paus Aleksander VI. Kebetulan, Alexander mengangkat Alessandro Farnese, adik kekasih gelapnya, menjadi kardinal; Farnese kemudian menjadi Paus Paulus III. Paul juga melakukan nepotisme, dengan menunjuk dua keponakannya (umur 14 tahun dan 16 tahun) sebagai Kardinal. Praktek seperti ini akhirnya diakhiri oleh Paus Innosensius XII yang mengeluarkan bulla kepausan Romanum decet pontificem pada tahun 1692. Bulla kepausan ini melarang semua paus di seluruh masa untuk mewariskan tanah milik, kantor, atau pendapatan kepada saudara, dengan pengecualian bahwa seseorang saudara yang paling bermutu dapat dijadikan seorang Kardinal.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\n\u003Cscript async=\"\" src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js\"\u003E\u003C\/script\u003E\n\u003C!-- Rahim Ads 01 --\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cins class=\"adsbygoogle\" data-ad-client=\"ca-pub-9763792249512399\" data-ad-slot=\"5899582665\" style=\"display: inline-block; height: 90px; width: 728px;\"\u003E\u003C\/ins\u003E\u003Cscript\u003E\n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});\n\u003C\/script\u003E\n\n\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNah, demikian pengertian tentang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sering juga disingkat KKN. Akhir-akhir ini KPK terus gencar mengungkap tindak pidana korupsi dan kolusi yang merugikan negara. Dengan banyaknya kasus-kasus korupsi terus mengalir, apakah kasus-kasus tersebut bisa tuntas? Bagaimana kinerja KPK saat ini? Sudah berapa kasus yang terungkap dan berhasil dituntaskan? Hal ini menjadi pertanyaan besar masyarakat pada umumnya. Melihat para koruptor masih saja tetap kaya raya dengan hasil korupsi milyaran bahkan triliunan rupiah. Tentu bagi koruptor tak masalah jika mereka harus menjalani hukuman 3 atau 5 tahun, toh akan mendapat remisi, selama ditahanan bisa keluar masuk ataupun tidur di rumah kontrakan yang dekat dengan lapas, bahkan bisa liburan nonton pertandingan tenis seperti Gayus Tambunan. Begitu keluar dari penjara mereka tetap kaya raya meski tidak lagi bekerja dari uang hasil korupsi. Berbagai pihak meminta KPK tidak tebang pilih dalam menyita aset koruptor yang merugikan negara atau pihak tertentu.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/4682676656164718430\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/05\/pengertian-korupsi-kolusi-dan-nepotisme.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/4682676656164718430"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/4682676656164718430"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/05\/pengertian-korupsi-kolusi-dan-nepotisme.html","title":"PENGERTIAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-91Qm4tznDv4\/UZOnMXuJ4AI\/AAAAAAAAAeI\/w08dgoaFtOA\/s72-c\/korupsi+kolusi+nepotisme.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-2700006247425671686"},"published":{"$t":"2013-05-01T06:44:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2013-05-01T06:44:22.250+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Berita Politik Indonesia"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Obrolan Politik"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"ARTIS JADI CALEG"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-9trF6SUs_GA\/UYBXMi9kjKI\/AAAAAAAAAcE\/ZUoEi0CVaXw\/s1600\/artis+jadi+caleg.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"artis+jadi+caleg\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-9trF6SUs_GA\/UYBXMi9kjKI\/AAAAAAAAAcE\/ZUoEi0CVaXw\/s1600\/artis+jadi+caleg.jpg\" height=\"200\" title=\"artis+jadi+caleg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nARTIS JADI CALEG - Perkembangan politik di Indonesia terus bergulir. Akhir-akhir ini hangat dibicarakan tentang artis jadi caleg. \u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/03\/beda-pengertian-elektabilitas-dan.html\"\u003EElektabilitas dan Popularitas\u003C\/a\u003E merupakan beberapa faktor penting penentu keberhasilan parpol meraih sebanyak-banyaknya suara dari masyarakat. Sementara artis sudah pasti memiliki popularitas di mata masyarakat. Sudah dikenal di masyarakat. Namun apakah mereka juga punya elektabilitas? Belum tentu. Tergantung pribadi mereka masing-masing. Apakah yang menentukan keberhasilan artis jadi caleg? Mari sama-sama kita simak tulisan Obrolan Politik kali ini.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nALASAN ARTIS JADI CALEG\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBanyak faktor yang bisa mendorong artis jadi caleg. Pandangan masyarakat terkadang miring tentang motivasi dasar seorang artis jadi caleg. Bagi artis senior dicibir bahwa mereka banting setir jadi caleg karena sudah tidak lagi populer atau popularitas yang sudah mulai berkurang terdesak oleh artis yang lebih muda. Sedangkan bagi mereka yang artis muda jadi caleg yang sedang naik daun dianggap masyarakat karena memanfaatkan aji mumpung. Mumpung lagi tenar, kenapa tidak jadi caleg saja.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHasil analisa \u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/\"\u003EObrolan Politik\u003C\/a\u003E tentang alasan mengapa artis mau jadi caleg antara lain :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n1. Mendapat tawaran parpol dan iming-iming posisi caleg yang bagus\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n2. Popularitas sudah berkurang, mencoba peruntungan nasib menjadi caleg\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n3. Latar belakang pendidikan yang sebetulnya mendukung untuk menjadi caleg\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n4. Dorongan idealisme untuk memberikan sumbangsih bagi perkembangan perpolitikan di Indonesia\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n5. Memanfaatkan popularitas kearttiasannya untuk mencari simpati masyarakat\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n6.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nFAKTOR PENENTU KEBERHASILAN ARTIS JADI CALEG\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMeskipun artis memiliki popularitas ada faktor-faktor yang harus diperhatikan seorang caleg yang ingin berhasil jadi caleg. Sahabat OP (obrolan politik) bisa memperhatikan faktor-faktor berikut :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E1. Tujuan utama artis jadi caleg.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nApa yang hendak dicapainya harus spesifik\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E2. Mempunyai karakter kuat sebagai politisi.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nArtis yang memiliki karakter yang kuat sebagai politisi akan mendapat perhatian masyarakat daripada yang hanya memanfaatkan popularitas belaka tanpa disertai karakter yang \u0026nbsp;kuat\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E3. Pendidikan politik yang memadai.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nArtis yang jadi bacaleg harus membekali diri mereka dengan pendidikan politik sehingga tidak blank istilahnya, mengetahui update terbaru tentang masalah politik yang dihadapi saat ini. Sehingga dialog ke masyarakat lebih nyambung\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E4. Memiliki Dana yang cukup\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nWalau bagaimanapun juga dana merupakan hal penting untuk bisa menggerakkan motor politik meskipun bagi seorang artis sekalipun.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDemikian sahabat OP, beberapa hal tentang artis jadi caleg. Pandangan skeptis tidak perlu kepada artis jadi caleg. Sebab mereka juga bisa punya potentsi untuk jadi caleg yang berhasil membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/2700006247425671686\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/artis-jadi-caleg.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/2700006247425671686"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/2700006247425671686"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/artis-jadi-caleg.html","title":"ARTIS JADI CALEG"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-9trF6SUs_GA\/UYBXMi9kjKI\/AAAAAAAAAcE\/ZUoEi0CVaXw\/s72-c\/artis+jadi+caleg.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-4291299489846127185"},"published":{"$t":"2013-04-24T06:27:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-24T06:27:07.847+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"PERSYARATAN MENJADI CALEG CALON LEGISLATIF KPU"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Kk1aRQ_xAKk\/UPC93CQ-vJI\/AAAAAAAAACQ\/2ZnaaA2ZfAQ\/s1600\/Obrolan-Politik-Pemilu-2014.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Kk1aRQ_xAKk\/UPC93CQ-vJI\/AAAAAAAAACQ\/2ZnaaA2ZfAQ\/s1600\/Obrolan-Politik-Pemilu-2014.png\" height=\"260\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nSiapapun berhak menjadi caleg asalkan memenuhi kriteria persyaratan menjadi \u003Cb\u003Ecaleg calon legislatif yang telah diatur dalam Undang-Undang\u003C\/b\u003E yang ditetapkan oleh pemerintah. Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012, BAB VII, Bagian Kesatu tentang Persyaratan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten\/Kota. Pasal 51 menulis syarat bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten\/Kota adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi persyaratan, sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Telah berumur 21 (dua puluh satu) tahun atau lebih.\u003Cbr \/\u003E\n2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.\u003Cbr \/\u003E\n3. Bertempat tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n4. Cakap berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n5. Berpendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas, madrasah aliyah, sekolah menengah kejuruan, madrasah aliyah kejuruan, atau pendidikan lain yang sederajat.\u003Cbr \/\u003E\n6. Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.\u003Cbr \/\u003E\n7. Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.\u003Cbr \/\u003E\n8. Sehat jasmani dan rohani.\u003Cbr \/\u003E\n9. Terdaftar sebagai pemilih.\u003Cbr \/\u003E\n10. Bersedia bekerja penuh waktu.\u003Cbr \/\u003E\n11. Mengundurkan diri sebagai kepala daerah, wakil kepala daerah, pegawai negeri sipil, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada badan usaha milik negara dan\/atau badan usaha milik daerah atau badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara, yang dinyatakan dengan surat pengunduran diri yang tidak dapat ditarik kembali.\u003Cbr \/\u003E\n12. Bersedia untuk tidak berpraktik sebagai akuntan publik, advokat\/pengacara, notaris, pejabat pembuat akta tanah (PPAT), atau tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang, dan hak sebagai anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten\/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.\u003Cbr \/\u003E\nBersedia untuk tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya, direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan pada badan usaha milik negara dan\/atau badan usaha milik daerah serta badan lain yang anggarannya bersumber dari keuangan negara.\u003Cbr \/\u003E\n13. Menjadi anggota Partai Politik Peserta Pemilu.\u003Cbr \/\u003E\n14. Dicalonkan hanya di 1 (satu) lembaga perwakilan; dan\u003Cbr \/\u003E\n15. Dicalonkan hanya di 1 (satu) daerah pemilihan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/4291299489846127185\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/persyaratan-menjadi-caleg-calon.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/4291299489846127185"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/4291299489846127185"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/persyaratan-menjadi-caleg-calon.html","title":"PERSYARATAN MENJADI CALEG CALON LEGISLATIF KPU"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Kk1aRQ_xAKk\/UPC93CQ-vJI\/AAAAAAAAACQ\/2ZnaaA2ZfAQ\/s72-c\/Obrolan-Politik-Pemilu-2014.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-1225878454765046148"},"published":{"$t":"2013-04-24T06:18:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-24T06:18:14.521+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Obrolan Politik"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"DAFTAR PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU 2014"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/--i4H4diNryY\/UQiyNdXAFyI\/AAAAAAAAAF0\/sGdLR5IgJe0\/s1600\/obrolan-politik-indonesia-pemilu-2014.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/--i4H4diNryY\/UQiyNdXAFyI\/AAAAAAAAAF0\/sGdLR5IgJe0\/s1600\/obrolan-politik-indonesia-pemilu-2014.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKomisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah mengumumkan Daftar Nama Calon \u003Cb\u003EPartai Politik Peserta Pemilu Tahun 2014\u003C\/b\u003E yang lolos dan tidak lolos verifikasi administrasi Tahap II. Dari hasil verifikasi, maka KPU RI telah menetapkan 16 Partai Politik yang lolos verifikasi administrasi Tahap II. \u0026nbsp;Dan 18 Partai Politik lainnya dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\nDari 16 Partai Politik yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi Tahap II, adalah sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Partai Nasdem\u003Cbr \/\u003E\n2. PDIP\u003Cbr \/\u003E\n3. PKB\u003Cbr \/\u003E\n4. Partai Bulan Bintang\u003Cbr \/\u003E\n5. Partai Hanura\u003Cbr \/\u003E\n6. PAN\u003Cbr \/\u003E\n7. Partai Golkar\u003Cbr \/\u003E\n8. PKS\u003Cbr \/\u003E\n9. Partai Gerindra\u003Cbr \/\u003E\n10. Partai Demokrasi Pembaruan\u003Cbr \/\u003E\n11. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia\u003Cbr \/\u003E\n12. Partai Demokrat\u003Cbr \/\u003E\n13. Partai Persatuan Pembangunan\u003Cbr \/\u003E\n14. Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru\u003Cbr \/\u003E\n15. Partai Peduli Rakyat Nasional\u003Cbr \/\u003E\n16. Partai Persatuan Nasional\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSementara 18 Partai Politik yang dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi Tahap II, adalah sebagai berikut :\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n1. Partai Demokrasi Kebangsaan\u003Cbr \/\u003E\n2. Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia\u003Cbr \/\u003E\n3. Partai Kongres\u003Cbr \/\u003E\n4. Partai Serikat Rakyat Independen\u003Cbr \/\u003E\n5. Partai Karya Republik\u003Cbr \/\u003E\n6. Partai Nasional Republik\u003Cbr \/\u003E\n7. Partai Buruh\u003Cbr \/\u003E\n8. Partai Damai Sejahtera\u003Cbr \/\u003E\n9. Partai Republika Nusantara\u003Cbr \/\u003E\n10. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme\u003Cbr \/\u003E\n11. Partai Karya Peduli Bangsa\u003Cbr \/\u003E\n12. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia\u003Cbr \/\u003E\n13. Partai Penegak Demokrasi Indonesia\u003Cbr \/\u003E\n14. Partai Kebangkitan Nasional Ulama\u003Cbr \/\u003E\n15. Partai Republik\u003Cbr \/\u003E\n16. Partai Kedaulatan\u003Cbr \/\u003E\n17. Partai Bhinneka Indonesia\u003Cbr \/\u003E\n18. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSetelah KPU RI menetapkan Daftar Nama Calon Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2014 yang lolos dan tidak lolos verifikasi adminstrasi Tahap II, maka KPU akan melakukan verifikasi faktual terhadap Partai Politik yang lolos verifikasi administrasi tersebut. Pada verifikasi faktual nanti kita akan buktikan apakah seluruh dokumen yang diserahkan Partai Politik itu, ada secara fisik atau tidak. Verifikasi faktual akan dilakukan ditingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten\/Kota dan KPU RI akan berangkat ke 33 Provinsi untuk mengantar berkas dan melakukan supervisi untuk pelaksanaan verifikasi faktual nanti, ujarnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKPU RI meminta kepada \u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/02\/definisi-tujuan-dan-fungsi-partai.html\"\u003EPartai Politik\u003C\/a\u003E yang lolos verifikasi administrasi Tahap II segera mempersiapkan diri. Sebab masa perbaikan untuk verifikasi faktual hanya satu kali sebelum akhirnya diputuskan oleh KPU. KPU kembali menegaskan bahwa pengunduran jadwal pengumuman bukan karena adanya tekanan politik ataupun negosiasi politik dengan pihak tertentu.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPengunduran pengumuman Daftar Nama Calon Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2014 yang lolos dan tidak lolos verifikasi administrasi Tahap II itu, semata-mata untuk mencermati kembali data-data yang diserahkan oleh Partai Politik. KPU RI melakukan pengunduran murni karena pertimbangan kelengkapan data. Misalnya data kartu tanda anggota (KTA), parpol baru menyerahkannya diakhir masa perbaikan, sementara jumlahnya banyak. Ada puluhan juta data yang harus dicermati, jelasnya. Pengunduran jadwal itu juga tidak melanggar undang undang dan yang tidak boleh diubah itu jadwal pemungutan suara, kata KPU RI.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nLandasan hukumnya adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 52\/PUU-X\/2012 pada Bagian Pertimbangan Hukum pada sub bagian Pengujian Konstitusionalitas Pasal 208 UU 8\/2012. Dalam putusan MK itu menyebutkan dengan adanya putusan-putusan mengenai pasal-pasal dalam UU 8\/2012, terutama terkait dengan ketentuan mengenai verifikasi partai politik, maka segala sesuatu yang berakibat secara hukum dengan proses penyelenggaraan pemilihan umum legislatif tahun 2014 harus disesuaikan ulang dengan tidak mengubah jadwal pemungutan suara.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKPU melakukan verifikasi faktual di tingkat pusat sampai 21 November 2012, sementara di tingkat Provinsi sampai 28 Desember 2012 dan di tingkat Kabupaten\/Kota sampai 20 Desember 2012. Penetapan Partai Politik Calon Peserta Pemilu dilaksanakan 29 Desember 2012 sampai 8 Januari 2013 dan pengumuman Partai Politik peserta Pemilu 9 sampai 11 Januari 2013.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDemikian informasi yang dapati dihimpun Obrolan Politik untuk \u003Cb\u003E\u003Cu\u003E\u003Ci\u003Epartai politik peserta pemilu 2014\u003C\/i\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003E yang akan meramaikan ajang demokrasi dan dunia perpolitikan di Indonesia.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/1225878454765046148\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/daftar-partai-politik-peserta-pemilu.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/1225878454765046148"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/1225878454765046148"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/daftar-partai-politik-peserta-pemilu.html","title":"DAFTAR PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU 2014"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/--i4H4diNryY\/UQiyNdXAFyI\/AAAAAAAAAF0\/sGdLR5IgJe0\/s72-c\/obrolan-politik-indonesia-pemilu-2014.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-3879243322924707987"},"published":{"$t":"2013-04-21T10:25:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-21T10:25:24.884+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Obrolan Politik"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Sejarah Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"KARTINI WAKILI SELURUH PEJUANG WANITA INDONESIA"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKARTINI WAKILI SELURUH PEJUANG WANITA INDONESIA - Setiap tanggal 21 April, kita memperingati hari Kartini, salah seorang \u003Cb\u003Epejuang wanita\u003C\/b\u003E yang gigih memperjuangkan peranan wanita dalam politik, negara, ekonomi dan segala bidang. Hari Kartini pada prinsipnya bukan hanya untuk mengenang Kartini namun juga pejuang wanita lainnya yang telah ikut memainkan peranan penting dalam kemajuan dan emansipasi wanita Indonesia.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nAda banyak pejuang wanita Indonesia, namun disini kami mencoba mengulas 7 pejuang yang dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai tokoh \u003Cb\u003E\u003Cu\u003E\u003Ci\u003Epejuang wanita Indonesia\u003C\/i\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003E. Bangsa yang terhormat adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya. Mari sama-sama kita simak tulisan berikut ini yang kami dapat dari berbagai sumber.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E7 PAHLAWAN WANITA INDONESIA\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E1. Raden Ajeng Katini\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-La71ksGTrXE\/UXNTu89hhXI\/AAAAAAAAAa0\/JgltbEp9Q9g\/s1600\/KARTINI%252BPAHLAWAN%252BWANITA%252BINDONESIA.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-La71ksGTrXE\/UXNTu89hhXI\/AAAAAAAAAa0\/JgltbEp9Q9g\/s1600\/KARTINI%252BPAHLAWAN%252BWANITA%252BINDONESIA.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nR.A Kartini lagir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara, pahlawan nasional yang lahir dari kalangan Priayi kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat seorang Bupati Jepara, dan keturunannya pernah di telusuri bahwa ia adalah salah satu keturunan dari Sri Sultan Hangkubowono IV. Anak ke – 5 dari 11 bersaudara ini memperjuangkan pendidikan gratis di daerah Jepara dan Rembang yang dikhususkan untuk para kaum putri yang ada pada saat itu.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDoor Duistermis tox Licht, Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal. Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nUpaya dari puteri seorang Bupati Jepara ini telah membuka penglihatan kaumnya di berbagai daerah lainnya. Sejak itu sekolah-sekolah wanita lahir dan bertumbuh di berbagai pelosok negeri. Wanita Indonesia pun telah lahir menjadi manusia seutuhnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDi era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh\/suami sendiri, dan lain sebagainya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKartini hanya sempat memperoleh pendidikan sampai E.L.S. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar. Setamat E.L.S, Kartini pun dipingit sebagaimana kebiasaan atau adat-istiadat yang berlaku di tempat kelahirannya dimana setelah seorang wanita menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar, gadis tersebut harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E2. Cut Nyak dhien (Perempuan Aceh Berhati Baja)\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TXtC0X7S8pI\/UXNT-rGrrAI\/AAAAAAAAAa8\/1lEqFVD6W9g\/s1600\/CUT%252BNYAK%252BDHIEN%252BPAHLAWAN%252BWANITA%252BINDONESIA.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TXtC0X7S8pI\/UXNT-rGrrAI\/AAAAAAAAAa8\/1lEqFVD6W9g\/s1600\/CUT%252BNYAK%252BDHIEN%252BPAHLAWAN%252BWANITA%252BINDONESIA.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nCut Nyak Dien merupakan salah satu dari perempuan berhati baja yang di usianya yang lanjut masih mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda sebelum ia akhirnya ditangkap. Pahlawan Kemerdekaan Nasional kelahiran Lampadang, Aceh, tahun 1850, ini sampai akhir hayatnya teguh memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Wanita yang dua kali menikah ini, juga bersuamikan pria-pria pejuang. Teuku Ibrahim Lamnga, suami pertamanya dan Teuku Umar suami keduanya adalah pejuang-pejuang kemerdekaan bahkan juga Pahlawan Kemerdekaan Nasional.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKetika Lampadang, tanah kelahirannya, diduduki Belanda pada bulan Desember 1875, Cut Nyak Dien terpaksa mengungsi dan berpisah dengan ayah serta suaminya yang masih melanjutkan perjuangan. Perpisahan dengan sang suami, Teuku Ibrahim Lamnga, yang dianggap sementara itu ternyata menjadi perpisahan untuk selamanya. Cut Nyak Dien yang menikah ketika masih berusia muda, begitu cepat sudah ditinggal mati sang suami yang gugur dalam pertempuran dengan pasukan Belanda di Gle Tarum bulan Juni 1878.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nCut Nyak Dien diputuskan mejadi Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 2 Mei 1964 oleh Presiden Soekarno.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E3. Cut Nyak Meutia\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GXqnLHGBTd8\/UXNU_UZq5xI\/AAAAAAAAAbA\/ZjkFc7O3LMo\/s1600\/CUT+MEUTIA+PAHLAWAN+WANITA+INDONESIA.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-GXqnLHGBTd8\/UXNU_UZq5xI\/AAAAAAAAAbA\/ZjkFc7O3LMo\/s1600\/CUT+MEUTIA+PAHLAWAN+WANITA+INDONESIA.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nCut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya. Wanita kelahiran Perlak, Aceh, tahun 1870, ini adalah seorang Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang hingga titik darah penghabisan tetap memegang prinsip tak akan mau tunduk kepada kolonial.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSebelum Cut Nyak Meutia lahir, pasukan Belanda sudah menduduki daerah Aceh yang digelari serambi Mekkah tersebut. Perlakuan Belanda yang semena-mena dengan berbagai pemaksaan dan penyiksaan akhirnya menimbulkan perlawanan dari rakyat. Tiga tahun sebelum perang Aceh-Belanda meletus, ketika itulah Cut Nyak Meutia dilahirkan. Suasana perang pada saat kelahiran dan perkembangannya itu, di kemudian hari sangat memengaruhi perjalanan hidupnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPerang terhadap pendudukan Belanda terus berkobar seakan tidak pernah berhenti. Cut Nyak Meutia bersama suaminya Teuku Cik Tunon langsung memimpin perang di daerah Pasai. Perang yang berlangsung sekitar tahun 1900-an itu telah banyak memakan korban baik dari pihak pejuang kemerdekaan maupun dari pihak Belanda.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPasukan Belanda yang mempunyai persenjataan lebih lengkap memaksa pasukan pejuang kemerdekaan yang dipimpin pasangan suami istri itu melakukan taktik perang gerilya. Berkali-kali pasukan mereka berhasil mencegat patroli pasukan Belanda. Di lain waktu, mereka juga pernah menyerang langsung ke markas pasukan Belanda di Idie.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBersama suaminya, tanpa kenal takut dia terus melakukan perlawanan. Namun naas bagi Teuku Cik Tunong, suaminya. Suatu hari di bulan Mei tahun 1905, Teuku Cik Tunong berhasil ditangkap pasukan Belanda. Ia kemudian dijatuhi hukuman tembak.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E4. Raden Dewi Sartika\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-sE7tHftPh2A\/UXNWMG0RsCI\/AAAAAAAAAbQ\/mxcOk8DN_TY\/s1600\/DEWI+SARTIKA+PAHLAWAN+WANITA+INDONESIA.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-sE7tHftPh2A\/UXNWMG0RsCI\/AAAAAAAAAbQ\/mxcOk8DN_TY\/s1600\/DEWI+SARTIKA+PAHLAWAN+WANITA+INDONESIA.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDewi Sartika (Bandung, 4 Desember 1884 – Tasikmalaya, 11 September 1947), tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. Meski melanggar adat saat itu, orang tuanya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika, ke sekolah Belanda pula. Sepeninggal ayahnya, Dewi Sartika dirawat oleh pamannya (kakak ibunya) yang berkedudukan sebagai patih di Cicalengka. Dari pamannya, beliau mendapatkan didikan mengenai kesundaan, sedangkan wawasan kebudayaan Barat diperolehnya dari berkat didikan seorang nyonya Asisten Residen bangsa Belanda.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDewi Sartika meninggal 11 September 1947 di Tasikmalaya, dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Bandung.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E5. Siti Aisyah We Tenriolle.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TeenwoU4dBE\/UXNa6ODrMMI\/AAAAAAAAAbg\/vXAl9jiHuis\/s1600\/siti-aisyah-we-tenriolle+pahlawan+wanita+indonesia.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-TeenwoU4dBE\/UXNa6ODrMMI\/AAAAAAAAAbg\/vXAl9jiHuis\/s1600\/siti-aisyah-we-tenriolle+pahlawan+wanita+indonesia.jpg\" height=\"200\" width=\"150\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EWanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E6. Martha Christina Tiahahu\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-24AdAYPsolo\/UXNVhE0b20I\/AAAAAAAAAbI\/-eJi2uCW5as\/s1600\/Martha_Christina_Tiahahu+PAHLAWAN+WANITA+INDONESIA.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-24AdAYPsolo\/UXNVhE0b20I\/AAAAAAAAAbI\/-eJi2uCW5as\/s1600\/Martha_Christina_Tiahahu+PAHLAWAN+WANITA+INDONESIA.jpg\" height=\"320\" width=\"287\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMartha Christina Tiahahu ( 4 Januari 1800 – 2 Januari 1818). Martha Christina Tiahahu adalah seorang gadis dari Desa Abubu di Pulau Nusalaut. Lahir pada tanggal 4 Januari 1800, anak dari Paulus Tiahahu, seorang kapitan dari negeri Abubu yang juga sebagai teman perjuangan dari Thomas Matulessy Kapitan Pattimura dalam perang Pattimura tahun 1817 melawan Belanda.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSejak awal perjuangan, ia selalu ikut mengambil bagian dari peperang dan jiwanya yang terkenal dengan pantang mundur. Penampilan dari pahlawan nasional ini selalu membuat rambutnya yang panjang terurai ke belakang dengan sehelai kain berang (merah) yang di lingkarkan di kepalannya. Ia tetap mendampingi ayahnya dalam setiap pertempuran baik di Pulau Nusalaut maupun di Pulau Saparua, tidak mengenal siang dan malam ia selalu ada dan ikut dalam pembuatan kubu-kubu pertahanan. Ia bukan saja mengangkat senjata, tetapi juga memberi semangat kepada kaum wanita yang ada pada saat itu agar ikut membantu kaum pria disetiap medan pertempuran dan berdampak pada Belanda kewalahan menghadapi kaum wanita yang ikut berjuang. Di Kapal Perang Eversten, Martha Christina Tiahahu menemui ajalnya dan dengan penghormatan militer jasadnya dilemparkan di Laut Banda menjelang tanggal 2 Januari 1818. Menghargai jasa dan pengorbanan, Martha Christina dikukuhkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003E7. Nyi Ageng Serang (1752 – 1828 )\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-n5-XdfYFzdE\/UXNW7RE2P1I\/AAAAAAAAAbY\/eQnAy_XDpTo\/s1600\/Nyi_Ageng_Serang+PAHLAWAN+WANITA+INDONESIA.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-n5-XdfYFzdE\/UXNW7RE2P1I\/AAAAAAAAAbY\/eQnAy_XDpTo\/s1600\/Nyi_Ageng_Serang+PAHLAWAN+WANITA+INDONESIA.jpg\" height=\"320\" width=\"297\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNyi Ageng Serang yang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi yang di perkirakan lahir pada tahun 1752, adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putri dari Pangeran Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Grobogan-Sragen. Ayahnya Pangeran Natapraja adalah panglima perang dari Sultan Hamengku Buwono I yang yang melawan pemerintahan kolonial di daerah Serang, dan pada saat itu juga Nyi Ageng Serang sudah dibawa dan ikut ayahnya berperang ketika ia masih anak – anak.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDikabarkan bahwa Nyi Ageng Serang adalah salah satu keturunan Sunan Kalijaga, dan juga ia juga mempunyai keturunan seorang Pahlawan nasional yaitu Soewardi Soerjaningrat atau biasa di kenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Ketika perang Diponegoro meletus, Nyi Ageng Serang turut serta dan didampingi oleh menantunya Raden Mas Pak-pak yang juga ikut bertempur melawan Belanda. Nyi Ageng bertempur dan memimpin pasukannya dari tandu karena usianya yang sudah mencapai 73 tahun. Setelah 3 tahun ikut membantu Pangeran Diponegoro, Nyi Ageng Serang mengundurkan diri dari medan perang dan digantikan oleh menantunya Raden Pak-Pak. Dan tidak lama setelah itu pada tahun 1828 ia menutup usianya dan dimakamkan di Kalibawang, Kulon Progo.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDemikian ulasan\u003Cb\u003E\u003Cu\u003E pahlawan dan pejuang wanita Indonesia\u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003E. Jadi bukan hanya R.A. Kartini saja yang memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia. Kini \u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/wanita-dalam-politik.html\"\u003Ewanita dan politik\u003C\/a\u003E bukan lagi sesuatu yang baru baik di Indonesia maupun di dunia internasional. Selamat hari Kartini. Semoga tulisan ini \u0026nbsp;menambah wawasan kita bersama.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/3879243322924707987\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/kartini-wakili-seluruh-pejuang-wanita.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/3879243322924707987"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/3879243322924707987"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/kartini-wakili-seluruh-pejuang-wanita.html","title":"KARTINI WAKILI SELURUH PEJUANG WANITA INDONESIA"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-La71ksGTrXE\/UXNTu89hhXI\/AAAAAAAAAa0\/JgltbEp9Q9g\/s72-c\/KARTINI%252BPAHLAWAN%252BWANITA%252BINDONESIA.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"},"georss$featurename":{"$t":"Batam, Indonesia"},"georss$point":{"$t":"1.0828276 104.03045350000002"},"georss$box":{"$t":"0.82881559999999987 103.70773000000003 1.3368395999999998 104.35317700000002"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-6205510463237267428"},"published":{"$t":"2013-04-19T15:30:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-19T15:30:12.852+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Obrolan Politik"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"WANITA DALAM POLITIK"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-J5XdmKTEbvI\/UXD_9h6UJ_I\/AAAAAAAAAaY\/1JRiLagOEyk\/s1600\/wanita+dan+politik.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"wanita+dan+politik\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-J5XdmKTEbvI\/UXD_9h6UJ_I\/AAAAAAAAAaY\/1JRiLagOEyk\/s1600\/wanita+dan+politik.jpg\" height=\"351\" title=\"wanita+dan+politik\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nWANITA DALAM POLITIK - Perjuangan wanita dalam upaya kesetaraan gender sudah menunjukkan hasil. Di zaman social media ini, peran wanita semakin besar turut mewarnai perkembangan zaman ini. Ada sisi positif ada pula sisi negatif yang ditimbulkannya. Tak terkecuali, wanita pun sudah mulai merambah ranah politik. Ya kini semakin banyak wanita mulai berpolitik. Meskipun demikian apakah kualitas politisi wanita sudah setara atauhanya sekedar pelengkap saja di lembaga negara? Persoalan apa yang akan dihadapi oleh \u003Cb\u003Ewanita ketika berjuang di ranah politik\u003C\/b\u003E? Mari kita simak bersama tulisan berikut ini.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003ESepatu wanita, tas wanita\u003C\/b\u003E, dan segala aksesoris perlengkapan kecantikan lainnya menjadi hal yang harus ada dalam kehidupan wanita modern. Tapi semua itu tidak menjadikan mereka puas. Wanita juga ingin dihargai lebih dari sekedar pelengkap dalam kehidupan ini. Termasuk dalam kehidupan berpolitik. Wanita Indonesia khususnya semakin mendapat jalan lebih luas untuk berperan lebih aktif dalam kancah politik. Adanya peraturan yang mengatur porsi caleg wanita sebesar minimal 30% dari jumlah caleg memberi peluang lebih lebar kepada kaum wanita untuk menekuni dunia politik. Kepercayaan kepada \u003Cb\u003Epolitisi wanita\u003C\/b\u003E semakin meningkat dengan semakin banyaknya wanita yang berprestasidalam dunia politik.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPERANAN WANITA DALAM POLITIK\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPada hakekatnya wanita memiliki dua peran ganda, yaitu\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\na. Wanita Sebagai warga negara yang memiliki hak-hak dalam bidang sipil dan politik termasuk partisipasinya sebagai tenaga kerja. Ini disebut juga fungsi ekstern.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nb. Wanita sebagai ibu rumah tangga yang melahirkan dan membesarkan anak-anak dalam hubunga rumah tangga. Ini disebut juga fungsi intern\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPeranan wanita cukup besar dalam turut menjaga \u003Cb\u003E\u003Cu\u003Ebudaya Indonesia\u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003E.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKETERBATASAN WANITA DALAM POLITIK\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nNamun demikian wanita harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitasnya baik dalam dunia kerja maupun dalam dunia politik. Ada beberapa keterbatasan yang dialami wanita yang perlu diatasi antara lain :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\na. Hambatan Kultural\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPersepsi masyarakat masih menganggap wanita sebagai pelengkap kaum lelaki dan bukan sebagai mitra yang sejajar dalam menghadapi persoalan\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nb. Hambatan Sosial\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nParadigma sosial yang menganggap wanita sebagai kaum no 2 setelah laki-laki dengan bargaining yang lemah\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nc. Hambatan Ekonomi\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPada umumnya wanita masih secara ekonomi bergantung pada laki-laki baik suami ataupun orangtua\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nd. Hamabatan Politik\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKeterbatasan pendidikan bagi wanita mengganggu profesionalisme wanita dalam berkarir dan termasuk terjun ke dunia politik. Kekurang efektifan yang terjadi ketika wanita telah duduk sebagai anggota dewan misalnya semakin mengucilkan peran wanita.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-OnfKEuN210Q\/UXEAdES-VJI\/AAAAAAAAAag\/uXWi84h17Bw\/s1600\/wanita+dan+politik+1.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"wanita+dan+politik+Indonesia\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-OnfKEuN210Q\/UXEAdES-VJI\/AAAAAAAAAag\/uXWi84h17Bw\/s1600\/wanita+dan+politik+1.jpg\" title=\"wanita+dan+politik+Indonesia\" \/\u003E\u003C\/a\u003EDibalik hambatan-hambatan tersebut ternyata wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk duduk dalam kursi politik Terlihat dari hasil penjaringan caleg wanita ternyata masih banyak yang belum terisi. Masih banyak partai peserta pemilu yang kewalahan mencari kader parpol wanita untuk menjadi caleg. Tentu ini merupakan peluang bagi kaum hawa untuk menekuni dunia politik dan meningkatkan profesionalisme dalam berkarya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EWanita yang berpolitik\u003C\/b\u003E harusnya lebih siap dari segi pendidikan politik dan komunikasi yang efektif kepada masyarakat. Hal ini tentu perlu dibangun sedini mungkin untuk menjadikan wanita lebih profesional dan bisa memainkan peranan yang lebih besar dalam dunia politik.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/6205510463237267428\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/wanita-dalam-politik.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/6205510463237267428"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/6205510463237267428"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/wanita-dalam-politik.html","title":"WANITA DALAM POLITIK"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-J5XdmKTEbvI\/UXD_9h6UJ_I\/AAAAAAAAAaY\/1JRiLagOEyk\/s72-c\/wanita+dan+politik.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-7395009079048767676"},"published":{"$t":"2013-04-18T14:33:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-18T14:33:49.658+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"PENGERTIAN ORGANISASI MENURUT PARA AHLI DEFINISI"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-BYiORjyfxZE\/UW-hvMRpSYI\/AAAAAAAAAaA\/2w_OoAlWTjc\/s1600\/pengertian+organisasi+politik+Indonesia.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"pengertian+organisasi+politik+indonesia\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-BYiORjyfxZE\/UW-hvMRpSYI\/AAAAAAAAAaA\/2w_OoAlWTjc\/s1600\/pengertian+organisasi+politik+Indonesia.jpg\" height=\"238\" title=\"pengertian+organisasi+politik+indonesia\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPENGERTIAN ORGANISASI - Mereka yang berkecimpung di dunia \u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/01\/pengertian-dan-definisi-politik-menurut.html\"\u003Epolitik\u003C\/a\u003E umumnya berawal dari perannya di sebuah organisasi baik itu organisasi kemahasiswaan maupun organisasi sekolah, dan umum lainnya. Untuk itu pemahaman dan pengertian organisasi perlu dipahami dengan baik. Komunikasi dalam organisasi memegang peranan penting dalam interaksi antara anggota maupun pengurus. \u003Cb\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/02\/definisi-tujuan-dan-fungsi-partai.html\"\u003EFungsi Partai Politik\u003C\/a\u003E\u003C\/b\u003E yang merupakan kendaraan bagi siapa saja yang hendak menuju tampuk kekuasaan tidak lari jauh dari peranan partai politik itu sendiri yang notabene merupakan sebuah organisasi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHakekat manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dan memerlukan kerjasama dalam mencapi sebuah visi dan misi bersama mendorong manusia untuk membentuk organisasi. Kumpulan orang-orang yang berinteraksi dalam sebuah organisasi membentuk perilaku organisasi yang melahirkan atau mempengaruhi budaya organisasi. Adanya struktur organisasi yang jelas dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas akan mendorong tumbuhnya kinerja organisasi. Mengingat sentralnya organisasi dalam kehidupan manusia termasuk dunia politik, maka perlulah dipahami bersama \u003Cb\u003E\u003Cu\u003Epengertian organisasi\u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003E menurut para ahli.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPENGERTIAN ORGANISASI MENURUT PARA AHLI DEFINISI\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nDefinisi organisasi menurut para ahli:\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n1. Menurut ERNEST DALE:\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nOrganisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi\npenyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu\u0026nbsp; struktur atau pola hubunngan kerja dari\norang-orang dalam suatu kerja kelompok.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n2. Menurut CYRIL SOFFER:\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nOrganisasi adalah perserikatan orang-orang yang\nmasing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian\ndalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian\ndigabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n3. Menurut KAST \u0026amp; ROSENZWEIG:\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nOrganisasi adalah sub system teknik, sub system structural,\nsub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih\nluas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nBerdasarkan Sumber Di Wikipedia Definisi organisasi lain\nmenurut para ahli sebagai berikut:\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nMenurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi\nsebagai berikut.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003EStoner\u003C\/b\u003E mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola\nhubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan\nmengejar tujuan bersama.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003EJames D. Mooney \u003C\/b\u003Emengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk\nsetiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003EChester I. Bernard\u003C\/b\u003E berpendapat bahwa organisasi adalah\nmerupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau\nlebih.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cb\u003EStephen P. Robbins\u003C\/b\u003E menyatakan bahwa Organisasi adalah\nkesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah\nbatasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif\nterus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nDemikian \u003Cb\u003Epengertian organisasi\u003C\/b\u003E menurut para ahli definisi yang umum dipahami. Keberhasilan manusia dalam kehidupan tak terlepas dari bagaimana kemampuannya memainkan peranan dalam sebuah organisasi dimana ia berada dan merupakan bagian dari organisasi. Sebagian orang mempercayai bahwa rumus kesuksesan itu adalah : 10% x kecerdasan + 90% kerjasama. Bagaimana menurut anda?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"MsoNormal\"\u003E\nIncoming Search : pengertian organisasi, perilaku organisasi, budaya organisasi, organisasi politik, partai politik, pendidikan politik, politik Indonesia terkini\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/7395009079048767676\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/pengertian-organisasi-menurut-para-ahli.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/7395009079048767676"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/7395009079048767676"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/pengertian-organisasi-menurut-para-ahli.html","title":"PENGERTIAN ORGANISASI MENURUT PARA AHLI DEFINISI"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-BYiORjyfxZE\/UW-hvMRpSYI\/AAAAAAAAAaA\/2w_OoAlWTjc\/s72-c\/pengertian+organisasi+politik+Indonesia.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-4265461580366113701"},"published":{"$t":"2013-04-14T08:22:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-14T08:22:20.387+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"KRITERIA PEMIMPIN : PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN INDONESIA"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/--wAAJtQr0IU\/UWoEqd4lkxI\/AAAAAAAAAZg\/iMC183j7H58\/s1600\/kriteria+calon+presiden+2014.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"kriteria+calon+presiden+2014\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/--wAAJtQr0IU\/UWoEqd4lkxI\/AAAAAAAAAZg\/iMC183j7H58\/s1600\/kriteria+calon+presiden+2014.jpg\" height=\"298\" title=\"kriteria+calon+presiden+2014\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKRITERIA PEMIMPIN : PRESIDEN 2014- Pemilu 2014 sudah diambang pintu. Tahun 2014 merupakan tahun pemilihan umum. Semua partai peserta pemilu 2014 bersiap-siap untuk memenangkan pemilu tersebut dengan berusaha untuk meraih suara sebanyak-banyaknya sehingga calon-calon yang diusungkan bisa duduk di lembaga negara baik legislatif, yudikatif ataupun eksekutif. Tentulah harus mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku termasuk \u003Cb\u003Ekriteria pemimpin atau kriteria presiden\u003C\/b\u003E.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPada prinsipnya semua warga negara memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia. Presiden dan wakilnya merupakan pemimpin eksekutif yang akan menjalankan mandat rakyat untuk mengelola pemerintahan negara dalam periode pemerintahan. Oleh karena sentralnya peran presiden dan wakil presiden tersebut maka mereka haruslah orang-orang yang terpilih dan memenuhi kriteria pemimpin. Seperti apa \u003Cb\u003E\u003Cu\u003E\u003Ci\u003Ekriteria presiden\u003C\/i\u003E\u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003E dan wakil presiden Indonesia yang perlu menjadi perhatian rakyat Indonesia.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSYARAT DAN KRITERIA CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN INDONESIA\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSyarat menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia\u003Cbr \/\u003E\nDalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 Pasal 6 ditetapkan syarat-syarat untuk menjadi calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia :\u003Cbr \/\u003E\n1) Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.\u003Cbr \/\u003E\n2) Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendak dirinya sendiri.\u003Cbr \/\u003E\n3) Tidak pernah menghianati negara.\u003Cbr \/\u003E\n4) Mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden.\u003Cbr \/\u003E\n5) Bertempat tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.\u003Cbr \/\u003E\n6) Telah melaporkan kekayaan kepada instansi yang berwenang memeriksa laporan kekayaan penyelenggara negara.\u003Cbr \/\u003E\n7) Tidak memilik tanggungan utang secara persoarangan dan atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara.\u003Cbr \/\u003E\n8) Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan.\u003Cbr \/\u003E\n9) Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.\u003Cbr \/\u003E\n10) Tidak pernah melakukan perbuatan tercela.\u003Cbr \/\u003E\n11) Terdaftar sebagai pemilih.\u003Cbr \/\u003E\n12) Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah melaksanakan kewajiban pajak selama lima tahun terakhir yang dibuktikan dengan surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi.\u003Cbr \/\u003E\n13) Memiliki daftar riwayat hidup.\u003Cbr \/\u003E\n14) Belum pernah menjabat sebagai Presiden atau Wakil Presiden selama dua kali masa jabatan dalam jabatan yang sama.\u003Cbr \/\u003E\n15) Setia kepada Pancasila sebagai dasar negara, UUD negara republik Indonesia tahun 1945 dan cita-cita proklamasi 17 agustus 1945.\u003Cbr \/\u003E\n16) Tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindakan pidana maka berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.\u003Cbr \/\u003E\n17) Berusia sekurang-kurangnya 35 tahun.\u003Cbr \/\u003E\n18) Berpendidikan serendah-rendahnya SLTA atau yang sederajat.\u003Cbr \/\u003E\n19) Bukan bekas anggota organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia, termasuk organisasi massanya atau bukan orang yang terlibat langsung dalam G.30.S\/PKI.\u003Cbr \/\u003E\n20) Tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv\u003E\nDemikian kriteria presiden dan wakil presiden Indonesia jadi panduan pemilu 2014 yang perlu diperhatikan. Semoga informasinya bermanfaat buat sahabat OPI \u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/\"\u003Eobrolan politik\u003C\/a\u003E.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/4265461580366113701\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/kriteria-pemimpin-presiden-dan-wakil.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/4265461580366113701"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/4265461580366113701"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/kriteria-pemimpin-presiden-dan-wakil.html","title":"KRITERIA PEMIMPIN : PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN INDONESIA"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/--wAAJtQr0IU\/UWoEqd4lkxI\/AAAAAAAAAZg\/iMC183j7H58\/s72-c\/kriteria+calon+presiden+2014.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-7122175678881821354"},"published":{"$t":"2013-04-04T15:50:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-04T15:57:31.196+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"POLITIK INDONESIA DALAM PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5iJElTvxLDo\/UV0-1SHlBRI\/AAAAAAAAAYw\/s-P9nDwmLtY\/s1600\/pertahanan+keamanan+nasional.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"pertahanan+keamanan+nasional\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5iJElTvxLDo\/UV0-1SHlBRI\/AAAAAAAAAYw\/s-P9nDwmLtY\/s1600\/pertahanan+keamanan+nasional.jpg\" height=\"209\" title=\"pertahanan+keamanan+nasional\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EPertahanan dan Keamanan Nasional (Hankamnas) - Pembangunan \u003C\/span\u003E\u003Cb style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cu\u003EPertahanan dan Keamanan Nasional\u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E (Hankamnas) tidak dapat dipisahkan dari Pembangunan Nasional dalam keseluruhannya. Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional. Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional diarahkan kepada pembentukan, pengembangan serta penggunaan kekuatan-kekuatan dan \u0026nbsp; unsur-unsur \u0026nbsp;Hankam untuk menjamin tercapainya dan terwujudnya Politik Pertahanan dan Keamanan Nasional.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSTRATEGI yang ditempuh adalah membangun kemampuan \u003Cb\u003E\u003Cu\u003Epertahanan dan keamanan \u003C\/u\u003E\u003C\/b\u003Erakyat semesta, dan meniadakan kerawanannya dengan membangun ABRI dengan kekuatan siap yang kecil dan cadangan yang cukup, serta Polri yang mampu membina keamanan dan ketertiban masyarakat.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003EPENGERTIAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPertahanan negara disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri.\u0026nbsp;Dalam bahasa militer, pertahanan adalah cara-cara untuk menjamin perlindungan dari satu unit yang sensitif dan jika sumber daya ini jelas, misalnya tentang cara-cara membela diri sesuai dengan spesialisasi mereka, pertahanan udara (sebelumnya pertahanan terhadap pesawat: DCA), pertahanan rudal, dll.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKolom keamanan nasional dalam International Encyclopaedia of the Social Science mendefinisikan keamanan sebagai kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai internalnya dari ancaman luar\".\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cb\u003ETUJUAN POLITIK PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\nPada dasarnya Politik Pertahanan dan Keamanan Nasional kita (Hankamnas) diarahkan pada sasaran-sasaran pokok sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n1. Kedalam, menciptakan suasana dan keadaan aman, tenteram, \u0026nbsp;tertib dan dinamis, yang merupakan landasan dan iklim bagi \u0026nbsp;tiap usaha dalam pelaksanaan pembangunan disegala bidang.\u003Cbr \/\u003E\n2. keluar, \u0026nbsp;ikut serta menjamin \u0026nbsp;adanya \u0026nbsp;perdamaian \u0026nbsp;dunia, dan mewudjudkan kestabilan di Wilajah Asia Tenggara.\u003Cbr \/\u003E\n3. Siap menghadapi segala kemungkinan ancaman dalam segala \u0026nbsp;bentuk dan manifestasinja baik dari luar maupun dari dalam, yang dapat menghambat, mengganggu serta dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa dan negara.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003ESISTEM PERTAHANAN RAKYAT SEMESTA\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSistem Pertahanan Rakyat Semesta adalah suatu system pertahanan keamanan dengan komponen yang terdiri dari seluruh potensi, kemampuan, dan kekuatan nasional yang bekerja secara total, integral serta berlanjut untuk mewujudkan kemempuan dalam \u0026nbsp;upaya pertahanan keamanan Negara.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003C\/div\u003E\nYang menjadi komponen-komponen dalam Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta menurut (Zainal Ittihad Amin, 2007 ) yaitu : Komponen utamanya adalah ABRI dan TNI yang berfungsi sebagai subyek kekuatan pertahanan keamanan Negara dan kekuatan sosial. Dan yang menjadi komponen pendukung yaitu : sumberdaya dan prasarana nasional yang berfungsi menjamin kemampuan bangsa dan Negara dalam meniadakan ancaman setiap ancaman dari luar negeri dan dalam negeri.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EFungsi-fungsi Pertahanan dan Keamanan Nasional\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\na) \u0026nbsp; \u0026nbsp;Membentuk suatu kekuatan Hankamnas yang berintikan potensi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, disamping potensi-potensi yang lain.\u003Cbr \/\u003E\nb) \u0026nbsp; \u0026nbsp;Memelihara dan mempertinggi Ketahanan Nasional disegala bidang, baik dalam bidang mental-ideologi, politik, sosial, budaya maupun militer.\u003Cbr \/\u003E\nc) \u0026nbsp; \u0026nbsp;Memelihara \u0026nbsp;serta \u0026nbsp; mempertinggi \u0026nbsp; kewaspadaan \u0026nbsp; serta \u0026nbsp; kesiapsiagaan nasional.\u003Cbr \/\u003E\nd) \u0026nbsp; \u0026nbsp;Mengembangkan integrasi Angkatan Bersendjata Republik Indonesia dengan Rakyat, integrasi intern Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, serta integrasi intern angkatan-angkatan.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKetentuan perundang-undangan di bidang Hankam\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nKetentuan perundang-undangan di bidang Hankam yang diberlakukan di era reformasi adalah:\u003Cbr \/\u003E\na) \u0026nbsp; \u0026nbsp;UUD RI 1945 (Amandemen) BAB III Pasal 10, 11, 12 dan Bab XII Pasal 30;\u003Cbr \/\u003E\nb) \u0026nbsp; \u0026nbsp;UU No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara;\u003Cbr \/\u003E\nc) \u0026nbsp; \u0026nbsp;UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI;\u003Cbr \/\u003E\nd) \u0026nbsp; \u0026nbsp; Keputusan Panglima TNI No. KEP\/2\/I\/2007 tgl. 12 Januari 2007 tentang Tri Dharma Eka Karma (Tridek).\u003Cbr \/\u003E\ne) \u0026nbsp; \u0026nbsp;Relevansi Sishankamrata Saat Ini\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKOMPONEN PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EKOMPONEN UTAMA\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nAnggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia\u003Cbr \/\u003E\na) \u0026nbsp; \u0026nbsp;TNI \u003Cbr \/\u003E\nb) \u0026nbsp; \u0026nbsp;TNI – AD\u003Cbr \/\u003E\nc) \u0026nbsp; \u0026nbsp;TNI – AL\u003Cbr \/\u003E\nd) \u0026nbsp; \u0026nbsp;TNI – AU\u003Cbr \/\u003E\ne) \u0026nbsp; \u0026nbsp;POLRI\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EKOMPONEN CADANGAN\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\nKomponen cadangan (Komcad) adalah \"sumber daya nasional\" yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003E\u003Ci\u003EKOMPONEN PENDUKUNG\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Komponen pendukung\" adalah \"sumber daya nasional\" yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. Komponen pendukung tidak membentuk kekuatan nyata untuk perlawanan fisik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKomponen pendukung terdiri dari\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n• Polisi (Brimob) - (lihat pula Polri)\u003Cbr \/\u003E\n• Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)\u003Cbr \/\u003E\n• Perlindungan masyarakat(Linmas) lebih dikenal dengan sebutan pertahanan sipil (Hansip)\u003Cbr \/\u003E\n• Satuan pengamanan (Satpam)\u003Cbr \/\u003E\n• Resimen Mahasiswa (Menwa)\u003Cbr \/\u003E\n• Organisasi kepemudaan\u003Cbr \/\u003E\n• Organisasi bela diri\u003Cbr \/\u003E\n• Satuan tugas (Satgas) partai\u003Cbr \/\u003E\n• Satuan tugas (Satgas) ormas\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nDemikian sekelumit tentang pertahanan dan keamanan nasional (hankamnas) yang menghiasi suasana politik di Indonesia. Semoga memberi manfaat kepada sahabat \u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/\"\u003Eobrolan politik\u003C\/a\u003E.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSumber : Berbagai Sumber\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/7122175678881821354\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/politik-indonesia-dalam-pertahanan-dan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/7122175678881821354"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/7122175678881821354"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/politik-indonesia-dalam-pertahanan-dan.html","title":"POLITIK INDONESIA DALAM PERTAHANAN DAN KEAMANAN NASIONAL"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-5iJElTvxLDo\/UV0-1SHlBRI\/AAAAAAAAAYw\/s-P9nDwmLtY\/s72-c\/pertahanan+keamanan+nasional.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-2661891852095048235"},"published":{"$t":"2013-04-01T23:20:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2013-04-01T23:20:07.296+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Obrolan Politik"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"LEMAHNYA PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-S4BESWV7phI\/UVmzmYhrjUI\/AAAAAAAAAYg\/9S3cjbgxaGE\/s1600\/penegakan+hukum+Indonesia.gif\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"penegakan+hukum+Indonesia\" border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-S4BESWV7phI\/UVmzmYhrjUI\/AAAAAAAAAYg\/9S3cjbgxaGE\/s1600\/penegakan+hukum+Indonesia.gif\" height=\"258\" title=\"penegakan+hukum+Indonesia\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA - Acara sentilan sentilun di salah satu stasiun televisi swasta pada malam ini benar-benar memberikan masukan buat para penegak hukum di negeri ini. Masihkah ada harapan optimisme terhadap penegakan hukum di Indonesia yang memenuhi rasa keadilan di masyarakat? Tiindakan main hakim oleh segolongan masyarakat yang nekat sering terjadi terhadap para pelanggar hukum yang notabene hanya sebagai pelaku kelas teri. Namun bagi para koruptor, hukum bisa dibayar. Benarkah demikian?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nFaktanya secara substansial Indonesia telah memiliki undang-undang yang tergolong lengkap. Namun penegakan hukum masih lemah. Penegakan Hukum di Indonesia lemah dan lunglai tak lain penyebabnya karena penegak hukum itu sendiri. Memburuknya kondisi penegakan hukum di Indonesia menimbulkan pesimisme di masyarakat\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPengertian penegakan hukum adalah proses pemungsian norma-norma hukum secara nyata sebagai pedoman perilaku atau hubungan–hubungan hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMenurut Mahfud MD, masih ada harapan jika masih mau menegakkan hukum menjadi lebih maju jika penegak hukum memiliki hati nurani dan berkomitmen untuk bertindak secara adil. Namun apa yang terjadi di dunia nyata, para hakim yang pakar terhadap pasal-pasal KUHP ataupun KUHAP hafal benar pasal mana yang siap digunakan untuk memenangkan pihak yang menyuapnya. Tinggal pilih mau menangkan pihak yang mana antara pihak-pihak yang bertikai.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKondisi penegakan hukum Indonesia saat ini menghadapi pesimisme masyarakat terhadap penegakan hukum. Hal ini semakin mendorong sikap apatis terhadap penegakan hukum. Kalau sudah begitu para pelaku hukum semakin senang dan bahagia. Lihat saja para pengacara-pengacara ternama di Indonesia hidup bergelimang harta.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMenurut Sentilan Sentilun, penegakan hukum hanya mimpi disiang bolong jika kemauan untuk mentaati perintah hukum tidak ada di hati para penegak hukum. Misalnya selama politisi lebih taat terhadap perintah partai, pengacara lebih taat terhadap perintah klien yang membayarnya, jaksa, hakim lebih tunduk pada perintah para penyuap daripada perintah hukum. Contoh penegakan hukum dalam kasus hukum pajak Gayus, dimana Gayus yang sedianya harus dijaga ketat di penjara tapi nyatanya bisa tamasya nonton pertandingan tenis di Bali.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n'Permainan' dalam kasus Gayus, dimana aslinya, Gayus terlibat dalam kasus pencucian uang namun nyatanya justru diperkarakan oleh hakim hanya kasus pemalsuan dokumen. Hal ini apalagi kalau bukan 'permainan' oleh para Hakim dan penegak hukum yang tak berhati nurani. Harta yang disita negara terkadang hanya sebagian kecil dari sejumlah harta yang diperoleh dari hasil korupsi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPenegakan hukum di Indonesia yang tidak memenuhi rasa keadilan di masyarakat dapat dilihat dan dirasakan faktanya. Contoh pencuri ayam, sandal terkadang harus lebam dihakimi massa. Namun seorang koruptor hanya dicekal tidak boleh keluar negeri.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/2661891852095048235\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/lemahnya-penegakan-hukum-di-indonesia.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/2661891852095048235"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/2661891852095048235"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/04\/lemahnya-penegakan-hukum-di-indonesia.html","title":"LEMAHNYA PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-S4BESWV7phI\/UVmzmYhrjUI\/AAAAAAAAAYg\/9S3cjbgxaGE\/s72-c\/penegakan+hukum+Indonesia.gif","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-540936633284198433"},"published":{"$t":"2013-03-31T22:24:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2013-03-31T22:24:24.675+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"NAIKKAN ELEKTABILITAS, PD KEWALAHAN CARI PEMIMPIN BEBAS KASUS KORUPSI?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-Oj97mJ2155k\/UVhU1LNDbHI\/AAAAAAAAAYU\/zy5prLcBDmw\/s1600\/partai%252Bdemokrat%252Bkrisis%252Bkepemimpinan%252Bklb.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-Oj97mJ2155k\/UVhU1LNDbHI\/AAAAAAAAAYU\/zy5prLcBDmw\/s1600\/partai%252Bdemokrat%252Bkrisis%252Bkepemimpinan%252Bklb.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPOLITIK INDONESIA DAN ELEKTABILITAS PD - Elektabilitas PD terus menurun. Pasca KLB di Bali, Elektabilitas PD masih dipertanyakan, apakah SBY dengan rangkap jabatan mampu menaikkan elektabilitas PD. Fungsionaris PD terus dibayangi oleh kekuatiran pecahnya PD karena terdiri dari beberapa kubu, seperti kubu Andi Malarangeng, kubu Anas, Kubu Marzuki Ali. Sehingga untuk menyatukan semua menjadi sebuah partai politik yang solid maka mengembalikan figur SBY sebagai pendiri partai untuk bertanggung jawab terhadap elektabilitas partainya. Dalam tahap ini PD dinilai pengamat politik SBY merangkap jabatan sudah terlalu banyak dan mempertanyakan fokusnya Ketua Harian yang juga menjabat Menteri Koperasi dan UKM dalam mengurusi partai.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMerosotnya elektabilitas partai demokrat dimana hasil survey LSI menunjukkan elektabilitas PD turun dari 20% menjadi hanya 6% saja. Sontak hal ini membuat elit politik PD kelimpungan. Wajar saja PD kewalahan karena sekian banyak fungsionaris PD yang terlibat kasus korupsi terkait beberapa kasus seperti kasus hambalang. Beberapa fungsionaris partai demokrat seperti Nazaruddin, Andi Malarangeng, Anas Urbaningrum, dan lain-lain diduga terlibat kasus korupsi bahkan telah menjadi tersangka.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDisatu sisi kondisi PD saat ini sebagai partai incumbent dimana banyak elit partai telah menjabat beberapa fungsi jabatan di pemerintahan banyak posisi lowong yang mestinya bisa dicari dari luar partai. Namun kondisi politik Indonesia yang saat ini kian memanas selalu menempatkan keputusan PD dalam posisi serba salah. Lawan politik PD melihat PD dalam posisi umpan tembak yang sangat \u0026nbsp;bagus.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPencarian Terpilih\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPolitik Indonesia, Kondisi Politik Indonesia Terkini 2013, Partai Demokrat, SBY, Menteri Koperasi dan UKM, Elektabilitas Partai, Partai Politik, Kongres Luar Biasa\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/540936633284198433\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/03\/naikkan-elektabilitas-pd-kewalahan-cari.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/540936633284198433"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/540936633284198433"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/03\/naikkan-elektabilitas-pd-kewalahan-cari.html","title":"NAIKKAN ELEKTABILITAS, PD KEWALAHAN CARI PEMIMPIN BEBAS KASUS KORUPSI?"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-Oj97mJ2155k\/UVhU1LNDbHI\/AAAAAAAAAYU\/zy5prLcBDmw\/s72-c\/partai%252Bdemokrat%252Bkrisis%252Bkepemimpinan%252Bklb.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-8050126804493671993"},"published":{"$t":"2013-03-30T16:31:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2013-03-30T16:33:30.662+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"KRISIS KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-zE6T7Y6phT4\/UOwzgV2rGzI\/AAAAAAAAAA4\/OX0x05hQkz8\/s1600\/pemimpin-politik.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-zE6T7Y6phT4\/UOwzgV2rGzI\/AAAAAAAAAA4\/OX0x05hQkz8\/s1600\/pemimpin-politik.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI - Organisasi memerlukan figur pemimpin yang bisa menggerakkan seluruh komponen untuk mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan haruslah mampu memberikan pengaruh yang positif terhadap organisasi berupa motivasi dan memberikan inspirasi arah kebijakan yang positif bagi keberlangsungan organisasi. Peranan Kepemimpinan dalam Organisasi menjadi semakin penting manakala terjadi konflik dalam organisasi. \u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/01\/ini-tipe-pemimpin-paling-dicari.html\"\u003EInilah tipe pemimpin yang paling dicari\u003C\/a\u003E untuk bisa menangani konflik secara bijaksana.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKepemimpinan dalam organisasi juga diharapkan dapat menjaga kelestarian organisasi melalui pengkaderan generasi penerusnya sehingga tujuan organisasi dan budaya organisasi yang sudah terbentuk dapat dilestarikan sedangkan budaya yang buruk dapat diperbaiki. Hal ini dapat mencegah terjadinya krisis kepemimpinan dalam organisasi. Ketiadaan kader yang bisa meneruskan tugas kepemimpinan dalam organisasi menjadikan ancaman bagi keberlangsungan organisasi tersebut.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBEBERAPA PENGERTIAN KEPEMIMPINAN MENURUT PARA AHLI\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBerikut beberapa pengertian kepemimpinan menurut para ahli :\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n1. Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n2. Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n3. Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nJadi, arti kepemimpnan adalah merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKEPEMIMPINAN DI INDONESIA\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKepemimpinan di Indonesia sangat kental dengan figur pemimpin daripada institusi atau organisasi. Peranan figur pemimpinan bisa mengilhami publik. Hal ini dapat berdampak buruk jika pemimpin tersebut ternyata oleh waktu mengalami perubahan paradigma dalam kepemimpinannya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya pengkultusan sosok pemimpin. Sistem yang ada harus bisa lebih mendorong individu untuk menjadi pemimpin sehingga siapapun orang yang memimpin organisasi dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nMOTIVASI KEPEMIMPINAN\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nLeadership is a matter of intelligence, trustworthiness, humaneness, courage, and discipline ...\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nWhen one has all five virtues together, each appropriate to its function, then one can be a leader.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKepemimpinan adalah gabungan unsur-unsur kecerdasan, sifat amanah (dapat dipercaya), rasa kemanusiaan, keberanian, serta disiplin...\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nHanya ketika seseorang memiliki kelima unsur ini menjadi satu dalam dirinya, masing-masing dalam porsi yang tepat, baru dia layak dan bisa menjadi seorang pemimpin sejati.\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/8050126804493671993\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/03\/krisis-kepemimpinan-dalam-organisasi.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/8050126804493671993"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/8050126804493671993"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/03\/krisis-kepemimpinan-dalam-organisasi.html","title":"KRISIS KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-zE6T7Y6phT4\/UOwzgV2rGzI\/AAAAAAAAAA4\/OX0x05hQkz8\/s72-c\/pemimpin-politik.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-2478069352314143896.post-5269237828315039469"},"published":{"$t":"2013-03-29T20:31:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2013-03-29T20:31:57.165+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan Politik Indonesia"}],"title":{"type":"text","$t":"PENGERTIAN PEMILIHAN UMUM"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/--i4H4diNryY\/UQiyNdXAFyI\/AAAAAAAAAF0\/sGdLR5IgJe0\/s1600\/obrolan-politik-indonesia-pemilu-2014.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/--i4H4diNryY\/UQiyNdXAFyI\/AAAAAAAAAF0\/sGdLR5IgJe0\/s1600\/obrolan-politik-indonesia-pemilu-2014.jpg\" height=\"265\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\nPengertian Pemilihan Umum – Salah satu cirri Negara demokratis debawa rule of law adalah terselenggaranya kegiatan pemilihan umum yang bebas. Pemilihan umum merupakan sarana politik untuk mewujudkan kehendak rakyat dalam hal memilih wakil-wakil mereka di lembaga legislatif serta memilih pemegang kekuasaan eksekutif baik itu presiden\/wakil presiden maupun kepala daerah. Pemilihan umum bagi suatu Negara demokrasi berkedudukan sebagai sarana untuk menyalurkan hak asasi politik rakyat.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPemilihan umum memiliki arti penting sebagai berikut:\u003Cbr \/\u003E\n1.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003EUntuk mendukung atau mengubah personel dalam lembaga legislative.\u003Cbr \/\u003E\n2.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003EMembentuk dukungan yang mayoritas rakyat dalam menentukan pemegang kekuasaan eksekutif untuk jangka tertentu.\u003Cbr \/\u003E\n3.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003ERakyat melalui perwakilannya secara berkala dapat mengoreksi atau mengawasi kekuatan eksekutif.\u003Cbr \/\u003E\nTujuan Pemilihan Umum\u003Cbr \/\u003E\nPada pemerintahan yang demokratis, pemilihan umum merupakan pesta demokrasi. Secara umum tujuan pemilihan umum adalah\u003Cbr \/\u003E\n1.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003EMelaksanakan kedaulatan rakyat\u003Cbr \/\u003E\n2.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003ESebagai perwujudan hak asas politik rakyat\u003Cbr \/\u003E\n3.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003EUntuk memilih wakil-wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif serta memilih Presiden dan wakil Presiden.\u003Cbr \/\u003E\n4.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003EMelaksanakan pergantian personel pemerintahan secara aman, damai, dan tertib.\u003Cbr \/\u003E\n5.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003EMenjamin kesinambungan pembangunan nasional\u003Cbr \/\u003E\nMenurut Ramlan Surbakti, kegiatan pemilihan umum berkedudukan sabagai :\u003Cbr \/\u003E\n1.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003EMekanisme untuk menyeleksi para pemimpin dan alternatif kebijakan umum\u003Cbr \/\u003E\n2.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003EMakanisme untuk memindahkan konflik kepentingan dari masyarakat ke lembagag-lembaga perwakilan melalui wakil rakyat yang terpilih, sehingga integrasi masyarakat tetap terjaga.\u003Cbr \/\u003E\n3.\u003Cspan class=\"Apple-tab-span\" style=\"white-space: pre;\"\u003E \u003C\/span\u003ESarana untuk memobilisasikan dukungan rakyat terhadap Negara dan pemerintahan dengan jalan ikut serta dalam proses politik.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"blogger-post-footer\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\"\u003ECopyright by: OBROLAN POLITIK\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/feeds\/5269237828315039469\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/03\/pengertian-pemilihan-umum.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/5269237828315039469"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/2478069352314143896\/posts\/default\/5269237828315039469"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/obrolanpolitik.blogspot.com\/2013\/03\/pengertian-pemilihan-umum.html","title":"PENGERTIAN PEMILIHAN UMUM"}],"author":[{"name":{"$t":"Anonymous"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/01082846429871344290"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/--i4H4diNryY\/UQiyNdXAFyI\/AAAAAAAAAF0\/sGdLR5IgJe0\/s72-c\/obrolan-politik-indonesia-pemilu-2014.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});