Rabu, 30 Januari 2013

DAMPAK PENYATUAN ZONA WAKTU INDONESIA


DAMPAK PENYATUAN ZONA WAKTU INDONESIA. Rencana penyatuan zona waktu mulai disuarakan Hatta Rajasa sejak Maret 2012 lalu. Tujuannya adalah meningkatkan produktifitas. Saat ini, Indonesia memang terdiri dari tiga zona waktu, yakni Waktu Indonesia Timur (WIT),


Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Barat (WIB). Penyatuan Zona Waktu ini tentu harus betul-betul dipertimbangkan dengan matang sehingga dampak negatif yang ditimbulkannya bisa diantisipasi dan dicarikan jalan keluar yang baik. Bagaimana dampak yang terjadi jika Penyatuan Zona Waktu Indonesia jadi diterapkan?

 INILAH DAMPAKNYA JIKA TERJADI PENYATUAN ZONA WAKTU INDONESIA

1. Indonesia Sewaktu Dengan Ibukota Negara Asia Lainnya Jika kelak seluruh wilayah Indonesia menggunakan zona waktu GMT+8, kota-kota di Indonesia akan mempunyai zona waktu yang sama dengan kota-kota besar di Asia, antaralain seperti Hong Kong, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Manila, Beijing, dan Mongolia. Persamaan waktu dengan kota-kota besar tersebut akan mendukung perkembangan bisnis karena jam kerja di semua kota tersebut akan seragam. Sebagai contoh, bagi Bursa Efek Jakarta persamaan waktu dengan kota-kota besar tersebut akan menyamakan jam penutupan pasar modal.

2. Waktu Sholat Lima Waktu Tetap Berbeda Penyatuan zona waktu Indonesia berakibat langsung pada jam pelaksanaan ibadah sholat lima waktu maupun puasa Ramadan bagi Umat Islam. Karena waktu shalat lima waktu didasarkan pada posisi matahari, maka jadwal shalat pun harus disesuaikan jika zona waktu Indonesia diseragamkan. Sebagai contoh, bila saat ini waktu Maghrib untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya jatuh pada pukul 18.07, nanti bila zona waktu diseragamkan waktu Maghrib untuk warga Jakarta akan jatuh pada pukul 19.07. Waktu Dzuhur yang biasanya pukul 12.05 akan berubah menjadi pukul 13.05, waktu dimana umumnya jam istirahat sudah berakhir. Tentu hal ini berdampak kepada waktu istirahat bagi perusahaan. Khususnya pada hari Jumat dimana umat Islam melaksanakan sholat Jumat berjamaah, maka terjadilah pergeseran waktu istirahat.

3. Penyesuaian Jam Aktifitas Sehari-hari Aktifitas rutin sehari-hari seperti berangkat ke kantor, ke sekolah maupun ke tempat bisnis maka harus berubah. Bagi mereka yang berada di WIB, maka berangkat ke kantor atau ke sekolah menjadi lebih awal satu jam dari biasanya. Kalau sebelum Penyatuan Zona Waku berangkat jam 07.00 WIB maka setelah penyatuan berangkat pada jam 06.00 WIB atau 07.00 WITA (Waktu Indonesia Baru)

 4. Penyesuaian Jam Makan Siang Di Malaysia dan Singapura, waktu istirahat diatur sesuai dengan waktu shalat Dzuhur yaitu pukul 13.00-14.00. Jika pemerintah akhirnya memutuskan untuk menyatukan zona waktu di seluruh Indonesia, jam makan siang orang Indonesia juga akan berubah. Jika Anda memiliki klien dari Singapura, Anda tidak harus menerima telfon sambil makan siang, bukan? Yang jelas, semua jadwal akan disesuaikan setelah penyeragaman waktu. Matahari biasanya terbit pukul 06.00 WIB maka sekarang pukul 07.00 WITA (Waktu Indonesia Baru). Terasa terlalu siang bagi mereka yang tinggal di Wilayah Barat. Penyatuan Zona Waktu ditambah dengan Redenominasi maka Indonesia akan menjalani hidup yang baru.

Bagaimana menurut anda?

Artikel Terkait Ekonomi Indonesia

0 komentar:

Poskan Komentar