Minggu, 12 Mei 2013

FENOMENA GENG MOTOR BRUTAL

geng+motor
FENOMENA GENG MOTOR BRUTAL - Akhir-akhir ini geng motor melakukan aksi-aksi yang semakin brutal dan mengganggu ketentraman masyarakat umum. Keberadaan geng motor ini seolah-olah terbiarkan oleh aparat penegak hukum maupun masyarakat. Apa latar belakang munculnya geng motor ini? Semakin besarnya 'organisasi' ilegal ini menyebabkan aparat kewalahan mengamankannya. Geng motor ini muncul sebagai fenomena baru di tengah-tengah masyarakat. Aksinya semakin hari semakin meresahkan. Mulai dari ketua geng yang bebas meniduri anggota geng motor cewek maupun tindakan bejat amoral lainnya.

Aksi kebut-kebutan di jalan raya, konvoi di jalur lintas umum yang menghambat lalu lintas ataupun balap liar seakan menjadi pemandangan lazim karena tak tersentuh secara intensif dari aparat penegak hukum. Keberadaan geng motor ini semakin besar sehingga semakin terstruktur namun tanpa tujuan mulia atau kontribusi positif bagi masyarakat. Aksi-aksi dan keberadaannya justru  cenderung meresahkan masyarakat. Perilaku negatif tanpa sopan santun dijalan raya jelas merugikan pengguna jalan lainnya. 

Berikut beberapa aksi negatif yang sering terjadi saat ini sehubungan dengan geng motor ini :

1. Kebut-kebutan di jalan raya
2. Balap liar di tempat umum
3. Merampok motor milik orang lain di tempat umum
5. Mengganggu ketertiban umum
6. Tidak menghidupkan lampu saat berkendara dimalam hari
7. Lain-lain

Hal ini tentu sangat meresahkan seluruh elemen masyarakat khususnya para pengguna jalan.
Keberadaan geng motor ini merupakan celah masuknya tindak kejahatan dan kriminal lainnya seperti narkoba, perkosaan, perampokan, pencurian bahkan pembunuhan.

Apa penyebab muncul dan maraknya geng motor ini. Berikut ini penyebab maraknya geng motor di Indonesia.

1. Tidak adanya sarana olah raga motor yang memadai
2. Kurang maksimalnya wadah yang ada untuk memfasilitasi bakat dan kemampuan
3. Lemahnya aparat penegak hukum
4. Kurangnya perhatian para orang tua dalam membentuk karakter anak-anaknya yang merupakan bagian terkecil dalam keluarga
5. Tidak maksimalnya peran masyarakat dalam membentuk karakter bangsa
6. Kurangnya ketegasan pemerintah dalam membuat peraturan dan penegakan hukumnya

Sebelum semakin besar permasalahan yang dihadapi sebaiknya semua pihak harus menaruh perhatian besar terhadap bahaya yang mengancam generasi penerus bangsa ini yang notabene merupakan calon pemimpin dimasa datang.

Artikel Terkait Obrolan Politik

0 komentar:

Poskan Komentar