Sabtu, 15 Juni 2013

POLITISASI KENAIKAN BBM MENJELANG PEMILU 2014

politisasi+kenaikan+BBM
POLITISASI KENAIKAN BBM MENJELANG PEMILU 2014 - Kenaikan BBM masih terus menjadi polemik hangat panggung politik di Indonesia. Pasalnya kenaikan BBM tahun ini diwarnai perebutan simpati masyarakat oleh para elit politik negeri ini. Kenaikan BBM bukanlah hal baru di Indonesia. Beberapa kali pemerintah sebelumnya telah menaikkan harga BBM untuk menyesuaikannya dengan nilai pasar sehingga dapat mengurangi beban subsidi. Apa yang telah terjadi dengan rencana pemerintah dengan kenaikan BBM pada tahun ini?

Pemerintah terus-menerus mensosialisasikan perihal kenaikan BBM ini kepada masyarakat. Walaupun dirasa kurang efektif. Gembar-gembor kenaikan BBM ini tak pelak justru menimbulkan spekulasi pasar. Pasar justru merespon dengan menaikkan harga-harga kebutuhan pangan. Drama kenaikan BBM yang direncanakan berujung pada 17 Juni 2013 ini memberi peluang kepada pihak oposisi, pihak yang berseberangan dengan pemerintah terus menerus menentang kebijakan kenaikan BBM tersebut. 

Dengan demikian kesan yang tertangkap oleh masyarakat kembali kepada pemerintahan gamang dalam mengambil langkah tegas. Disparitas harga subsidi dan non subsidi dinilai semakin besar karena pemerintah dinilai lamban dalam kenaikan BBM tersebut. Partai-partai politik berebut mengambil simpati rakyat. Beberapa fraksi di DPR seperti diberitakan media massa dimana fraksi PDIP, Hanura, PKS menunjukkan sinyalemen yang tegas terhadap penentangan kenaikan BBM tersebut. Masyarakat mengharapkan para elit politik untuk lebih bertindak bijaksana dalam menentukan sikapnya sehingga tidak terlihat hanya memanfaatkan situasi untuk menaikkan elektabilitas semata. Berpikirlah untuk mengambil langkah yang terbaik untuk negeri ini bukan untuk partainya masing-masing.

Disatu sisi tertundanya kenaikan BBM telah membawa dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun bagaimana kemudian jika BBM jadi dinaikkan? Pemerintah hanya menyiapkan BALSEM untuk masyarakat miskin karena dinilai paling terasa dampaknya terhadap keniakan BBM. Namun jangan lupa perputaran ekonomi yang juga ditopang oleh masyarakat menengah yang jumlahnya semakin besar akan memperngaruhi pertumbuhan ekonomi kedepannya. Seberapa panjang dampak itu akan dirasakan? BPS diberitakan tidak bisa memperkirakan dampak kenaikan BBM ini. Benarkah? 

Bagaimanakah dampak real yang terjadi dengan adanya kenaikan BBM ini? Semoga tidak sejelek yang diduga kebanyakan orang. Pemerintah sendiri memperkirakan dampaknya akan terasa pada awalnya sekitar enam bulan. Hmmm.... lama juga ya? Bagaimana menurut anda.

Artikel Terkait Ekonomi Indonesia

0 komentar:

Poskan Komentar