POLITIK KARTEL - Baru-baru
ini media dibuat heboh dengan munculnya 7 buah video yang keluar dengan
serentak di situs media sosial youtube. Dalam video-video tersebut disampaikan
bagaimana kegiatan Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf merayu
partai-partai gurem di Jawa Timur agar mendukung dirinya dan pasangannya,
Soekarwo. Ketujuh berita ini beredar ditengah-tengah masyarakat ketika umat
Islam sedang melaksanakan ibadah puasa.
Koordinator
Aliansi Partai Non Parlemen(APNP) - Djaelani -
menyatakan bila pihaknya telah mengatahui hal tersebut. "Saya tahu
rekaman itu. Rekaman itu merupakan pertemuan yang digelar di Hotel Sultan
Jakarta. Pertemuan itu diprakarsai oleh Sutiyoso pada April 2013 lalu, setelah
PKPI dinyatakan lolos menjadi peserta pemilu 2014,"
Dengan
adanya rekaman video tersebut terlihat seolah memojokkan pasangan KarSa, namun
dia menilai bila apa yang telah terjadi sekarang masih dalam kondisi wajar. Dia
juga membantah bila parpol-parpol tersebut - yang kebanyakan sebelumnya
mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman S Sumawiredja (BerKah)
- direbut pasangan KarSa.
"PPNUI,
PMB, PK, PKPI, dan PKPB yang menyebrang ke Khofifah-Herman, awalnya mendukung
KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf). Kalau ada orang yang bilang KarSa merebut
parpol pendukung Khofifah Indar Parawansah-Herman S Sumawiredja (BerKah), itu
justru memutarbalikkan fakta," demikian katanya.
Calon
gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam kesempatan lain ketika diminta konfirmasi
oleh Kompas menyatakan tidak akan menanggapi video yang telah beredar di
youtube tersebut. Soekarwo yang biasa dipanggil dengan nama Pakde Karwo itu
mengatakan bila video-video tersebut adalah bentuk dari black campaign.
"Wong
black, kok, ditanggapi, saya mau nanggapi yang white-white saja," demikian
katanya sambil bercanda. Menurutnya, kampanye hitam seperti ini biasa terjadi
ketika terjadi pemilihan pimpinan di suatu daerah manapun. Demikian katanya
setelah menghadiri acara di kantor Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jatim di
Surabaya, Rabu (17/7/2013).
Video-video
tersebut diunggah oleh pemilik akun dengan nama "pemilu bersih"
dengan judul "Politik Kartel di Pilkada Jawa Timur". Salah satu video
tersebut menyampaikan pengakuan dari Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan
Indonesia Sutiyoso yang dibujuk oleh pasangan KarSa untuk memberikan
dukungannya terhadap pasangan itu.
Akun
"pemilu bersih" tidak menambahkan informasi kapan dan bagaimana
video-video tersebut diambil. Namun dalam pertemuan yang direkam tersebut
terlihat dihadiri oleh Khofifah Indar Paranwansah, calon gubernur Jatim yang
tidak lolos Pilgub Jatim karena menurut KPU tidak mendapatkan dukungan partai
yang cukup. Video-video tersebut berdurasi 30 detik sampai sekitar 2 menit.
Setiap video berisi pengakuan dari partai-partai pendukung Khofifah Indar Paranwansah
dan Herman Sumawireja.
Sumber:
http://regional.kompas.com/read/2013/07/17/1440068/Soekarwo.Tak.Tanggapi.Video.Politik.Kartel.
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/07/13/6/167868/Beredar-Video-Politik-Kartel-di-Pilkada-Jatim
Artikel Terkait Berita Politik Indonesia
- KASUS PENEMBAKAN NAPI DI LAPAS CEBONGAN TUAI POLEMIK HUKUM DI INDONESIA
- JOKOWI GANDENG LDII SOSIALISASIKAN PROGRAM KERJA KE MASYARAKAT
- KRISIS KEPEMIMPINAN PARTAI DEMOKRAT
- MENELISIK SUMBER BIAYA POLITIK INDONESIA
- KPK TETAPKAN ANAS TERSANGKA HAMBALANG
- PENYEBAB TENSI POLITIK PADA PILPRES 2014 TERTINGGI DALAM SEJARAH
- CIRI-CIRI CALEG PILIHAN DAN LAYAK DIPILIH
- HUJAN KRITIKAN 'MEMANASI' BALAI KOTA JAKARTA
- HEBOH VIDEO POLITIK KARTEL DI PILKADA JATIM
- PERAN MEDIA SOSIAL PADA POLITIK DI INDONESIA
- HARTA, TAHTA DAN WANITA FATHANAH
- DAMPAK KENAIKAN BBM
- ARTIS JADI CALEG
- CALEG PEREMPUAN JANGAN DIANGGAP PELENGKAP?
- ATURAN DANA KAMPANYE PEMILU 2014 SEGERA TERBIT?
0 comments:
Post a Comment